Nokia 5800 VS Samsung Galaxy Spica Black

Pilih Nokia 5800 atau Samsung I5700 Galaxy Spica?

Banyak orang yang membandingkan antara Nokia 5800 XPress Music dan Samsung Galaxy Spica. Disamping karena spesifikasi yang mirip, kelas harganyapun sama. Secara kebetulan saya sebelumnya menggunakan 5800 yang kemudian digantikan oleh spica selama seminggu ini. Berikut ini merupakan hasil dari pengalaman menggunakan keduanya, dengan pemenang setiap kategori diletakkan didalam kurung.

Penampilan (Spica)

5800 memiliki bentuk yang lebih tebal dan besar, sedangkan spica lebih tipis dan lebar. Meskipun sebenarnya spica lebih berat dilihat dari spesifikasinya, tetapi saat dipegang, spica malah lebih nyaman untuk digunakan karena desainnya yang tipis dan dibuat lebar.

Fungsi Dasar (5800)

5800 mudah digunakan untuk fungsinya sebagai telepon genggam. Semua yang dibutuhkan untuk itu, kontak, dialer, sms, ada di halaman depan. Adanya proximity juga memudahkan saat digunakan menelpon.

Sedangkan konsep spica yang menggunakan widget lebih membingungkan. Menulis sms pun dengan t9 bahasa Indonesia bisa langsung dipakai di 5800. Spica yang semuanya seba virtual keyboard qwerty yang sebenarnya terlalu kecil untuk dipakai untuk mengetik. Kesalahan penekanan yang diperburuk tanpa adanya t9 merupakan pengalaman yang menjengkelkan saat penggunaan awal. Ditambah dengan tanpa adanya proximity.

Fungsi Internet ( Spica)

Nokia Messaging pada Nokia 5800 sudah sangat sempurna. Mendukung semua jenis email dengan dukungan server push mail dari nokia. Browser yang payah bisa digantikan opera mobile dan opera mini. Fasilitas IM yang tidak bisa digunakan bisa digantikan dengan slick, e-buddy, nimbuzz, dan banyak pilihan lainnya. Ada gravity untuk twitter dan facebook.

Spica dengan androidnya mendukung penuh semua jenis layanan online google. Mulai dari gmail, gtalk, gvoice, google contact, chrome lite, google search widget, dan banyak lagi lainnya. Gmail sudah lebih dari cukup untuk Spica. Lain halnya dengan dukungan email lain, Spica cuma sanggup mengakomodasi email dengan dukungan POP3 dan SMTP. Aplikasi lainnya bisa diinstall, meskipun belum ada yang sempurna seperti di symbian, semuanya berkembang dan mudah untuk di-update.

Fungsi Navigasi (5800)

Ovi Maps pada 5800 sudah lengkap, dengan navigasi yang enak digunakan. Dimana saja tersesat, 5800 sanggup untuk menunjukkan jalan pulang dengan menekan fungsi Go Home. Suara petunjuk akan selalu menyertai saat harus berbelok.

Sedangkan google maps pada Spica punya kecanggihan dalam hal lain. Semuanya serba online dengan dukungan google sebagai teman pencari tempat dan gmaps sebagai penunjuk. Tinggal katakan nama tempat, google akan langsung mencarikan. Data seperti kemacetan, cuaca, letak teman juga bisa langsung terlihat. Ditambah dengan kompas digital yang bisa langsung menunjukkan arah. Jangan lupa, siapkan pulsa 50 ribu untuk sekali navigasi sampai rumah :D .

Fungsi Kamera (5800)

Keduanya menggunakan 3.2  MPx dengan autofocus. 5800 memiliki tambahan dual led flash dengan optik carl zeiss. Hasil fotonya pun termasuk memuaskan. Ditambah dengan kamera depan untuk video call.

Sedangkan Spica dengan kamera yang lambat, cuma sekedar kamera belakang, hasil yang jelek.

Display (Spica)

Keduanya memiliki ukuran layar yang sama, dengan resolusi 5800 lebih besar, sehingga bisa menampilkan object lebih besar. 5800 menggunakan TFT resistive sedangkan spica menggunakan TFT capasitive. Perbedaanya 5800 sensitif terhadap benda tajam sehingga cocok menggunakan stylus atau ujung kuku. Sedangkan Spica sensitif terhadap permukaan kulit, dengan cukup sentuhan saja, tidak perlu menekan seperti halnya 5800.

Spica memiliki layar yang lebih terang dan enak dipandang meskipun akan susah untuk dilihat apabila digunakan diluar terkena sinar matahari langsung. Keduanya memiliki sensor accelerometer sedangkan 5800 tidak mempunyai proximity sensor.

Sound (5800)

5800 tentu saja menang karena merupakan seri musik. Dengan dua stereo speaker di samping dengan hasil suara yang bagus, didukung oleh player yang lengkap dan radio FM.  Headset dari nokia memiliki kabel yang awet tidak gampang rusak, cuma peletakan remote yang salah saja yang membuatnya susah digunakan.

Sedangkan Spica cukup parah dalam hal ini. Speaker yang kecil, dengan peletakan yang salah, dibagian belakang bawah, sehingga akan tertutup apabila dipegang, suara yang dihasilkan pun seringkali pecah pada volume maksimal. Radio FM tidak tersedia juga bisa menjadi bahan pertimbangan. Headset yang disertakan menghasilkan suara yang sangat keras, karena kepala headset didesain untuk masuk kedalam telinga.

Video (Spica)

Keduanya mendukung MP4 (mp4, mp3, 3gp, dll), RealMedia (rm, rv, ra, rmvb, dll), WM (wma, wmv, wav, dll), dan Flash ( flv, swf, dll). TV Out cuma ada pada generasi awal 5800, seperti yang saya punya, bisa langsung menampilkan tampilan HP di TV.

Tapi spica membawa kejutan, ada codec DivX/XVid! Jadi bisa langsung menjalankan avi tanpa konvert terlebih dahulu. Processor 800MHz membuat video bisa dijalankan dengan mulus tanpa lag. Sedangkan 5800 mengecewakan.

Processor & Memory (Spica)

5800 mempunyai 434 MHz processor. Internal 81MB, biasanya tersisa antara 20-40MB karena aplikasi bisa diinstall di memory card yang disertakan, 8GB.

Spica mempunyai 800 MHz. 200 MB internal memory, android hanya memperbolehkan instalasi program di memory internal, kecuali dihack dengan app2sd. Meskipun 200MB itu tetap saja cukup dengan menginstall banyak aplikasi dan game. Memory card yang disertakan hanya 1GB, yang sebenarnya tidak mencukupi. Saya sendiri membeli microsd tambahan 8GB seharga 140 ribu. Processor yang besar dan video card yang bagus memungkinkan juga bagi spica untuk menjalankan games yang lebih bagus dengan tampilan yang detail.

Ukuran RAM  keduanya yang cuma 128MB membuat fungsi multitasking agak terganggu. Cukup untuk beberapa aplikasi berjalan bersamaan tapi jangan terlalu berharap untuk mendapatkan kecepatan maksimal apabila menjalankan terlalu banyak atau mengaktifkan live wallpaper.

Konektifitas (5800)

Keduanya menggunakan senjata yang sama. GSM sampe HSPDA 3.5G, Wifi, Bluetooth, dan micro usb. Dalam prakteknya, penerimaan sinyal di nokia lebih bagus dari samsung.

Di samsung sangat sulit untuk mendapat sinyal 3G, selalu cuma sampai EDGE kalau dalam ruangan. Kadang bisa 3G tetapi cuma sebentar saja kemudian berubah ke EDGE lagi. Keduanya dites dengan kartu GSM yang sama, kebetulan operator ini tidak menyediakan sampai jaringan HSPDA untuk internet. Wifi pun demikian, selama seminggu ini memakai spica, selalu unsuccessful di Access Point yang selama ini digunakan 5800. Sedangkan bluetooth di spica tidak berfungsi penuh karena batasan android, masih versi 1.5.

Baterai ( Spica)

Spica menggunakan kapasitas baterai 1500mah, dibandingkan 5800 yang lebih kecil, 1320 mah. 5800 cuma sanggup seharian, harus dicharge pagi hari kemudian pada sore hari sudah hampir habis apabila sering dipakai.

Itulah sebabnya saya menggunakan 2 buah baterai untuk 5800. Sedangkan Spica sanggup sehari lebih, atau seharian apabila sering dipakai koneksi internet dan telepon, tapi sekitar 4 jam lebih untuk memutar video.

OS/Aplikasi (Spica)

5800 merupakan OS yang tua, cocok untuk 2008 tetapi tertinggal di 2010. Semua dukungan program, themes, hacking, firmware sudah ada pada tinggkat yang maksimal sehingga tidak bis dikembangkan lagi. Nokia 5800 saya sudah diupgrade sampai firmware terakhir v40, dengan tampilan yang sudah berubah dari versi sebelumnya tapi tetap saja tidak memuaskan.

Sedangkan Android masih baru dan bisa terus dikembangkan. Spica saya masih memakai cupcake 1.5 dengan beberapa bug disana-sini, belum sempat merasakan eclair 2.1 seperti apa. Processor yang lumayan, memungkinkan untuk diupdate dengan android versi terbaru. Program tambahan yang bisa diinstall dari Android Market akan terus berkembang. Kekurangan seperti maps, player musik dan video, kamera dan banyak hal lain bisa digantikan dengan aplikasi tambahan.

Nilai Total:

Nokia 5800 : 5 kategori

Samsung I5700 Galaxy Spica : 7 kategori

Kesimpulan:

Sebenarnya 5800 mempunyai hardware yang lebih lengkap. Sayangnya processor yang lambat, screen yang kurang sensitif, dan Symbian yang ketinggalan jaman membuatnya tidak cocok lagi digunakan untuk saat ini.

Harapan pada spica untuk menambahkan radio FM tentu tidak bisa direalisasikan, tetapi masih bisa digantikan dengan obline radio dan youtube. Dan konektifitas yang mengecewakan semoga saja bisa diperbaiki dengan firmware berikutnya.

Jadi, 5800 lebih lengkap, tetapi Spica lebih enak untuk digunakan, khususnya keperluan online. Tinggal pilihan masing-masing.